Pages

Tuesday, February 18, 2014

Selamat Ulang Tahun, Gia!


Monagia Supardi
Nabila sebenarnya ingin berpuisi, beromantis ria dalam tulisan singkat ini, tapi pasti ntar Gia geleuh dan jadi malas baca. Jadi, singkat saja. Nab akan selalu mengharapkan Gia yang terbaik, mendoakan Gia agar selalu dalam lindunganNya. Nab bersyukur banget bertemu Gia satu setengah tahun yang lalu di hari pertama Pra diklat DJ, pertemuan yang akhirnya membuat kita sedekat ini hingga sekarang. Waktu itu kita masih sama-sama bocah yang baru lulus sma, sekarang Gia udah dewasa banget sedangkan nab masih tetep bocah :D.  Nab sangat berterima kasih pada Mama Gia yang udah melahirkan dan menjaga Gia selama ini hingga kita bisa bertemu diusia Gia yang ke 18. Gia adalah perempuan satu-satunya yang nab kenal yang memiliki cita-cita yang sama dengan nab. Suatu hari nanti kita akan mewujudkan cita-cita bersama ya, like what always we say and pray. Kita harus bisa nonton All England langsung di Inggris bahkan jadi wartawan yang meliput. Kita harus bisa meliput olimpade bareng, wawancara F4, Lin Dan, Taufik Hidayat, Peter Gade, dan Lee Chong Wei. Kita pasti bisa ngeliput seluruh turnamen bulu tangkis dunia selama setahun penuh, keliling dunia bareng atlit pelatnas \o/. Dan nab bisa ngeliput Piala Dunia tentunya, trus nikah sama Lampard. Semoga Gia tetep jadi Gia yang bukan apa adanya, tapi luar biasa, jadi Gia yang baik hati dan selalu traktir nab ice cream kalau nab sedih. Tetep jadi teman, sahabat, saudara buat nab ya. Selalu ngasih nab tempat saat yang lain menutup pintu tuk rangkul nab. Dan hari ini, nab sangat teramat bersyukur pada Allah SWT yang cita-cita kita berada digenggamanNya, nab bisa jadi bagian dalam hidup Gia. Tetap semangat menjalani hidup yang penuh cinta dan benci, suka dan duka, bahagia dan nestapa, serta apresiasi dan revisi. Semoga kita bisa tetap bareng terus, bahagia terus walau pakai air mata. Semoga tahun ini kita bisa lulus PJBM sampai meliput Indonesia Open bareng. Semoga Gia raih gelar WD di UBTU Open. Semoga Gia sehat selalu, sholatnya tepat waktu, tilawahnya one day one juz, dan segeralah berkerudung, berjilabab, tetup aurat heeuuu supaya bareng-barengnya kita bisa sampai di Firdausnya Allah. Selamat ulang tahun yang ke-20 altit kesayangan, saranghae  *kecuuupps

Gia, The Next Ci Butet !!!!!!

Monday, July 1, 2013

Di SurgaNya Kita akan Bertemu, Ayah


1 Juni 2013, aku merebahkan tubuh gempal ini ke kasur, menarik napas dalam-dalam, berujar doa dan pengharapan untuk esok yang lebih indah, kemudian terlelap hingga hari kedua di bulan ini tiba. Seperti biasa, Kak Ratna, temen satu kosan membangunkanku untuk solat subuh. Aku yang terbangun dengan keadaan menggigil masih mengerjap-ngerjapkan mata dan mengusap-usap kedua tangan agar hilang dingin yang kubenci itu. Hingga sesaat kemudian, aku bergegas menuju kamar mandi, berwudhu dan solat. Aku sempatkan tuk tilawah satu lembar. Minggu pagi, masih gelap, tak ada kuliah, tak ada agenda, aku masih menumpuk kantuk di pelupuk mata akibat agenda X-Factor BKI kemarin. Aku memutuskan tuk terlelap lagi.
Sekitar pukul 07.00, aku terbangun karena hpku berdering berkali-kali. Panggilan dari abangku, Rizky Fauzan. Setengah tersadar aku mengangkat panggilan itu.
”Asslamualaykum be, bangun dek, bangun ya,” seru seseorang dari seberang.
“Walaykumussalam, ada apa Bang?” aku sungguh masih melayang, belum sepenuhnya sadar.

Tuesday, March 12, 2013

Untukmu, yang kunanti...


Bismillah, ini untukmu...


Kekasih yang kelak aku kan halal bagimu
Kutulis ini untukmu
Aku malu berharap engkau yang mengharapkan Khadijah
Khadijah, sebaik-baiknya istri dan wanita
Yang berjuang bersama Rasulullah saw demi tegaknya Islam
Menjadi pundak sekaligus selimut bagi sang Baginda
Demi Tuhan, aku malu menjadi wanita ketika mereka sebut nama Khadijah !
Namanya begitu agung hingga meruntuhkan kesombonganku yang tak mampu apa-apa

Pujangga, penyair lagu cinta
yang kan mengecupku penuh rahmat, setelah ijab dan qabul untukku kelak digelar
Ini kabar rindu dariku yang candu padamu
Aku begitu takut menyebut namamu dalam tahajudku malam ini
Lamunan tentang Aisyah membuyarkan mimpiku akan engkau
Aisyah, yang dicintai karena ia istimewa
Sang pencemburu yang takut akan murka Tuhannya
Gadis belia yang dipinang Rasul karena kecerdasannya,
cinta yang lahir saat Rasul enggan tuk memulai lagi
Demi Tuhan, aku benci diriku yang jauh dari Aisyah !
Gadis mana yang membangkang dan menolak tuk patuh pada agamanya? Aku !

Wahai kau lelaki, yang kutunggu di batas kesendirianku
Goresan ini untukmu,
bukti betapa aku menginginkanmu jauh sebelum kisah cinta kita dimulai
Aku malu mengatakan aku mencintaimu sebanyak Fatimah mencintai Ali
Fatimah, putri terhormat yang begitu banyak lelaki mendambanya
Cintanya dalam diam, cinta rahasia yang Iblis pun takut tuk mengganggu
Cinta mulia yang Tuhan satukan dalam ikatan suci pernikahan
Bersama  Ali, pria terbaik yang tak ada lagi yang pantas mendampingi sang putri kecuali ia
Demi Tuhan, aku bukan Fatimah yang cintanya berbalut iman dan Islam !
Nafsu dan ego masih terlalu sering menang di hatiku

Kekasih masa depanku, imam dunia dan akhiratku kelak
Aku ingin menjadi bidadari yang tak hanya menghiasi hati dan rumahmu dengan bau harumku, namun juga bidadari untukmu dalam istana yang Tuhan ciptakan bagi kita kelak di surga

Siapa aku dibanding Khadijah, Aisyah, dan Fatimah?
Menghitung dosa dan durhakaku pada-Nya saja aku tak sanggup
Apalagi menjadi bidadari surga layaknya ketiga wanita mulia itu
Aku tak pantas memilikimu hai mujahid
Namun demi Tuhan, aku menginginkanmu hai lelaki soleh sebab aku belum soleha.